Beranda > organisasi > Teori Organisasi Klasik

Teori Organisasi Klasik

Teori Organisasi Klasik

Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajerial yang terdiri atas :

  • Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.

  • Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.

  • Financial ; kegiatan pembelanjaan.
  • Security ; kegiatan menjaga keamanan.
  • Accountancy ; kegiatan akuntansi
  • Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :

          • Planning ; kegiatan perencanaan
          • Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan

          • Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
          • Commanding ; kegiatan pengarahann
          • Controlling ;  kegiatan penngawasaan

 

Oleh karena itu, banyak hal yang harus dijadikan renungan bagi para pengelola organisasi, yang diantaranya adalah :

  • Pembagian Tugas
  • Pembagian wewenang
  • Struktur pertanggungjawaban
  • Kesatuan perintah
  • Kesatuan arah
  • Asas kepentingan umum
  • Pemberian janji yang wajar
  • Asas keteraturan
  • Asas keadilan
  • Kestabilan masa jabatan
  • Asas persatuan
  • Tujuan jelas
  • Kegiatan logis
  • Staf memadai
  • Disiplin kerja
  • Balas jasa yang adil
  • Laporan terpecaya
  • Urutan instruksi
  • Instruksi standar
  • Standar kegiatan
  • Kondisi standar
  • Operasi standar

 

Teori Struktural Klasik

 

Pandangan teori klasik tentang organisasi adalah sebagai berikut :

  • Organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

  • Bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan, teknologi dan partisipannya.

  • Pekerjaan organisasi paling efektif bila ada tantangan lingkungan dan kepentingan pribadi terhalang oleh norma-norma rasionalitas.
  • Spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performan individu.

  • Koordinasi dan control paling baik melalui praktek otoritas dan aturan-aturan yang tidak bersifat pribadi.

  • Struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan.

  • Masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidak tepat, dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali ( Bolman, 1988 )

Unsur kunci teori klasik Ada empat kunci dari teori klasik adalah : Pembagian kerja, adalah bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaan terhadap tenaga kerja yang ada dalam organisasi.


Hierarki proses fungsional, adalah setiap organisasi terdapat adanya tingkatan karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalam organisasi.

Struktur, adalah jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi. (Lini dan Staf)


Pengawasan yang ketat, pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendaki banyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan. Sedangkan pada organisasi yang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran komunikasi.

Untuk Organisasi Sosial

  • Sistem sosial dihasilkan lewat komunikasi. Keseragaman perilaku dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma dihasilkan lewat komunikasi diantara anggota-anggota kelompok.
  • Bila suatu sistemsosial telah berkembang, ia menentukan komunikasi anggota-anggotanya. Sistem sosial mempengaruhi bagaimana, ke, dan dari siapa, dan dengan pengaruh bagaimana komunikasi terjadi diantara anggota-anggota sistem.
  • Pengetahuan mengenai suatu sistem sosial dapat membantu kita membuat prediksi yang akurat mengenai orang-orang tanpa mengetahui lebih banyak daripada peranan-peranan yang mereka duduki dalam sistem.

Untuk Organisasi Formal

  • Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan. Blok-blok bangunan dasar dari organisasi formal adalah jabatan-jabatan.
  • Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugas organisasi disalurkan  di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi
  • Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni, satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas jabatan adalah ketika ia secara sah menduduki jabatannya.
  • Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkan setiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusan bawahannya serta keputusan-keputusannya sendiri.
  • Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.

  • Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni, peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkan memiliki orientasi yang impersonal dalam hubungan mereka dengan langganan dan pejabat lainnya.
  • Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari organisasi.

  • Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.

  • Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi lainnya.

  • Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.

Secara bersama-sama Weber dan Taylor menyajikan teori-teori organisasi dan manajemen yang hampir secara khusus membahas anatomi organisasi formal yang dapat disebut sebagai teori-teori struktural klasik.

Pendekatan Taylor terhadap manajemen dilakukan di sekitar empat unsur kunci: pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur, dan rentang kekuasaan. Menggunakan analisis Sofer (1972), kita akan membahas keempat pokok tersebut secara ringkas.

Pembagian kerja menyangkut bagaimana tugas, kewajiban dan pekerjaan organisasi didistribusikan.

Dalam pengertian birokratik, kewajiban perusahaan secara sistematis dibebankan kepada jabatan-jabatan dalam suatu tatanan spesialisasi yang menurun.

Taylor menyatakan bahwa pekerja harus dibebaskan dari tugas perencanaan dan kegiatan tata usaha.


Proses skalar dan fungsional berkaitan dengan pertumbuhan vert
ikal dan horisontal organisasi.

Proses skalar menunjukkan rantai perintah atau dimensi vertikal organisasi.

Dengan memperoleh dua asisten, manajer telah memperbesar ukuran organisasi secara vertikal, menciptakan perubahan-perubahan dalam pendelegasian kewenangan dan tanggung jawab, kesatuan perintah, dan kewajiban melapor.


Struktur berkaitan dengan hubungan-hubungan logis antara berbagai fungsi dalam organisasi. Teori-teori klasik berfokus pada dua struktur dasar yang disebut Lini dan Staff.


Lini : Nilai dasar yang membedakan Lini dengan Dasar terletak pada wilayah pembuatan keputusan.

Isitlah lini berarti bahwa kewenangan terakhir terletak pada jabatan-jabatan dalam struktur.


Staf : Tenaga staff memberi nasihat dan jasa untuk membantu lini.

 

Lini mempunyai otoritas komando.

Staff memberikan nasihat dan melakukan persuasi dalam bentuk usulan-ususlan, namun tidak mempunyai kewenangan untuk memeberikan perintah kepada manajer lini untuk mengikuti usulan-usulan tersebut.


Struktur Tinggi dan Struktur Datar Terdapat berbagai bentuk struktur organisasi, namun pada dasarnya terbagi dua: struktur tinggi atau vertikal dan
struktur datar atau horisontal.

Tingginya atau datarnya suatu organisasi ditentukan oleh perbedaan dalam jumlah tingkatan kewenangan dan variasi dalam rentang pengawasan (span of control) pada setiap tingkat.


Rentang Pengawasan (Span of Control) menunjukkan jumlah bawahan yang berada dib
awah pengawasan seorang atasan.

Meskipun sering dinyatakan bahwa jumlah bawahan yang dapat diawasi seorang manajer adalah lima atau enam orang, dalam prakteknya, rentang pengawasan tersebut bervariasi.

Kategori:organisasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: