Beranda > Tak Berkategori > tugas makalah akademis

tugas makalah akademis

RUANG LINGKUP EKONOMI

Pengertian ekonomi

  1. 1. Definisi dan metologi ekonomi

Ekonomi adalah salah satu ilmu social yang mempelajari aktivitas manusiayang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran,dan konsumsi barang dan jasa. Istilah ekomi sediri berasal dari Yunani yaitu “Oikos” yang berarti keluarga, rumah tangga dan “Nomos “ yang berarti peraturan, aturan dan hukum, sehingga secara garis besar dapat diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “ manajemen rumah tangga. Seseorang yang menggunakan konsep ekonomi dalam bekerja disebut juga ahli ekonomi.

Sedangkan ilmu ekonomi adalah  ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

  1. 2. Pengertian kebutuhan

Kebutuhan adalah keinginan yang dating dari dalam diri manusia untuk memiliki dan menikmati atau memanfaatkan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupannya.. Kebutuhan dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Kebutuhan ekonomi
  • Kebutuhan non ekonomi

Kebutukan ekonomi adalah kebutuhan akan barang barang keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang. Sedangkan kebutuhan non ekonomi adalah kebutuhan yang tidak dapat dinilai dari uang.

Sifat kebutuhan ekonomi :

  • Berbeda untuk setiap orang maupun kelompok.
  • Tidak sama sepanjang waktu.
  • Berkembang dalam jumlah dan kualitasnya.
  • Saling melengkapi atau saling berlawanan.

Jenis jenis kebutuhan

Karena kebutuhan manusia sangan banyak, sehingga dikelompokan menjadi beberapa macam jenis, tergantung pada dari mana melihatnya. Ada empat kelompok pembagian kebutuhan yaitu :

  • Menurut tingkat kepentingannya
  • Menurut sifatnya
  • Menurut waktunya
  • Menurut subyek yang membutuhkannya
  1. 1. Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya
  • Kebutuhan primer

adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi maka kelangsungan hidupnya akan terganggu bahkan terancam. Kebutuhan primer ini secara umum meliputi makanan dan minuman (pangan), pakaian (sandang), perumahan, kesehatan, dan pendidikan.

  • Kebutuhan sekunder

adalah kebutuhan yang harus dipenuhi agar dapat hidup lebih baik dan merupakan kebutuhan pelengkap setelah kebutuhan primer terpenuhi. Semakin banyak kebutuhan sekunder dapat terpenuhi, maka semakin baik pula kehidupan ekonominya.

  • Kebutuhan tersier

adalah kebutuhan yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan sekunder. Atau juga biasa disebut sebagai kebutuhan mewah, karena untuk memenuhinya dibutuhkan dana yang cukup besar. Contohnya : mobil, emas, rumah mewah dan lain sebagainya.

  1. 2. Kebutuhan menurut sifatnya

Menurut sifatnya, kebutuhan dibedakan menjadi 2, yaitu : kebutuhan jasmai dan kebutuhan rohani.

  • Kebutuhan jasmani

adalah kebutuhan yang dapat dirasakan oleh tubuh manusia dan bersifat kebendaan. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan barang yang dapat memuaskan keinginan yang dapat memuaskan keinginan manusia jasmani manusia, seperti rasa lapar dan haus, kedinginan atau kepanasan dan lain sebagainya.

  • Kebutuhan rohani

adalah kebutuhan yang berguna untuk ketenangan jiwa. Karena manusia tidak hanya membutuhkan barang-barang untuk jasmani saja, tetapi juga memerlukan rasa kasih sayang, aman, beribadah, dan lain sebagainya. Contohnya agama, ilmu pengetahuan, kesenian, dan hiburan.

  1. 3. Kebutuhan menurut waktunya
  • Kebutuhan sekarang (kebutuhan jangka pendek)

adalah kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda sampai waktu yang akan dating.

  • Kebutuhan masa yang akan dating

adalah kebutuhan yang timbul pada suatu waktu tertentu dan pemenuhannya dapat dipersiapkan sebelumnya. Contohnya asuransi dan tabungan.

  1. 4. Kebutuhan menurut subyek yang memerlukan
  • Kebutuhan perseorangan (individu)

Karena manusia mempunyai sifat dan perilaku yang berbeda-beda, maka kebutuhannya pun berbeda. Jadi yang dimaksud dengan kebutuhan perseorangan atau kebutuhan individu adalah kebutuhan yang pemenuhannya demi kepentingan perseorangan.

  • Kebutuhan masyarakat (sosial)

Kebutuhan masyarakat (sosial) adalah kebutuhan yang pemenuhannya demi kebutuhan orang banyak. Conohnya rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya.

  1. 5. Faktor-faktor penyebab kebutuhan manusia beraneka ragam

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kebutuhan manusia beraneka ragam adalah sebai berikut.

  1. Sifat manusia yang tidak pernah puas

Sebagai makhluk ekonomi manusia memiliki sifat selalu tidak pernah puas akan apa yang telah dia miliki. Sehingga ia akan berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik dari apa yang ia miliki saat ini. Karena itukan kebutuhan manusia menjadi beraneka ragam.

  1. Lingkungan sosial budaya

Lingkungan budaya membuat pola hidup dan cara suatu masyarakat mereka agak berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya. Karena masyarakat yang hidup di suatu tempat memeliki adat dan budaya yang berbeda dengan masyarakat di tempat lain.

  1. Tingkatan ekonomi (pendapatan)

Tingkatan ekonomi atau daya beli masyarakat ditentukan oleh jumlah pendapatan atau penghasikan. Makin besar atau tinggi penghasilan seseorang, semakin besar juga keinginan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya.

  1. Pendidikan

Tingkat pendidikan manusia, besar pengaruhnya terhadap kebutuhan barang dan jasa. Perbedaan  tinggi pendidikan, memungkinkan berbedanya kebutuhan manusia yang satu dan yang lainnya.

  1. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Saat ini kemajuan teknologi sangat pesat, sehinga mempengaruhi kebutuhan yang ada dan diinginkan masyarakat.

  1. Jumlah penduduk

Sebagai makhluk hidup, dalam perkembangannya manusia senatiasa mengalami perubahan, baik jasmani maupun rohani. Dari sisi jasmani, manusia berubah dari bayi menjadi manusia dewasa. Sehingga mempengaruhi terhadap jenis jenis kebutuhan yang dikonsumsi manusia tersebut. Makin bertambah jumlah penduduk maka makin bertambah pula kebutuhan yang ada.

  1. 6. Alat pemenuhan kebutuhan (Barang dan Jasa)

Kebutuhan tidak akan terpenuhi apabila tidak tersedia barang dan jasa. Barang merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang dapat dirasakan, dilihat, dan memiliki bentuk nyata seperti meja, buku dan lain-lain. Sedamgkan jasa adalah alat pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat dilihat wujud nyatanya.

  1. a. Penggolongan barang
  • Menurut wujudnya

Dilihat dari wujudnya, dapat dibedakan menjadi barang berwujud dan tidak berwujud.

  1. Barang berwujud

Barang berwujud merupakan barang yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan oleh panca indera manusia.

  1. Barang tidak berwujud

Barang tidak berwujud(jasa) dapat berupa pelayanan atau perasaan puas yang manfaatnya dapat dirasakan oleh manusia.

  • Menurut kelangkaannya

Dilihat dari kelangkaannya, barang dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

  1. Barang ekonomi

Barang ekonomi merupakan barang yang didapat dengan menggunakan pengorbanan, baik pegorbanan materi seperti uang ataupun pengorbanan tenaga .  Semua  barang yang kita beli termasuk kedalam barang ekonomi.

  1. 2. Barang bebas (non ekonomi)

Barang bebas adalah barang yang jumlahnya tidak terbatas dan untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan. Secara tidak sadar setiap hari kita mempergunakan barang-barang untuk memebuhi kebutuhan hidup, tanpa mengeluarkan sejumlah uang atau pengorbanan. Contohnya udara dan panas matahari.

  1. 3. Barang ilith

Barang ilith adalah barang yang berbahaya/ merugikan apabila jumlahnya berlebihan. Contohnya aire pada saat banjir dan api pada saat terjadi kebakaran.

  • Menurut fungsinya

Dilihat dari hubungannya dengan barang lain, barabg dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

  1. 1. Barang pengganti

Adalah barang yang fungsinya untuk mengantikan barang lain. Semua barang yang bisa menggantikan fungsi barang lain disebut barang pengganti atau barang substitusi.

  1. 2. Barang pelengkap

Barang pelengkap merupakan barang yang menjadi pelengkap bagi barang lain yang telah ada. Dengan adanya barang pelengkap maka barang utama akan menjadi lebih bernilai.

  • Menurut tujuan penggunaannya

Dilihat dari tujuannya, barang dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  1. 1. Barang produksi

Barang produksi adalah barang yang digunakan untuk menghasilkan atau memperoleh barang lain untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  1. 2. Barang konsumsi

Barang konsumsi adalah semua barang yang langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  • Menurut proses pembuatannya

Dilihat dari proses pembuatannya barang dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

  1. 1. Barang mentah

Merupakan barang masih berupa bahan pokok untuk membuat barang lain. Dengan demikian, barang ini memerukan pengolahan terlebih dahulu baru kemudian bias dikonsumsi.

  1. 2. Barang setengan jadi

Barang yang telah mengalami proses produksi namun belum dapat langsung dikonsumsi. Jadi, yang dimaksud dengan barang setengah jadi masih berupa bahan untuk membuat bahan lain.

  1. 3. Barang jadi

Barang yang merupakan hasil dari suatu proses produksi. Barang ini siap dipakai dan dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  1. b. Kegunaan barang

Setiap barang mempunyai kegunaan kegunaan mengandung arti kemampuan suatu benda untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia. Kegunaan barang dapat dibedakan menjadi 6, yaitu :

  1. Kegunaan dasar (element utility)
  2. Kegunaan bentuk (form utility)
  3. Kegunaan waktu (time utility)
  4. Kegunaan tempat (place utility)
  5. Kegunaan milik (ownership utility)
  6. Kegunaan pelayanan (service utility)

MASALAH-MASALAH EKONOMI

Ada tiga masalah pokok ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Agar menghasilkan hasil yang maksimal maka ketiga aspek ini harus dikelola dengan benar. Ekonomi modern mengakomodasikan masalah ekonomi dalam tiga masalah pokok yaitu barang apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya? Bagaimana cara memproduksikannya? Dan untuk siapa barang tersebut diproduksi?

  1. 1. Apa dan berapa yang diproduksi ?

Karena sumber daya terbatas maka kita harus menentukan barang apa yang akan diproduksi. Sebab tidak mungkin untuk memproduksi semua jenis benda. Setelah menentukan barang apa  yang akan diproduksi, lalu kita juga harus menetapkan berapa jumlah yang akan diproduksi.

Pengambilan keputusan tersebut harus dipertimbangkan secara cermat. Untuk menentukan barang apa yang akan kita produksi dan berapa jumlah yang akan diproduksi tergantung pada kondisi ekonomi dan system Negara yang bersangkutan.

  1. 2. Bagaimana cara memproduksi?

Setelah menentukan barang yang akan kita produksi dan berapa jumlah yang akan diproduksi, lalu mucul masalah baru yaitu bagaimana cara memproduksinya. Masalah dalam ini adalah teknologi atau metode produksi apa yang akan digunakan. Berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan, mesin apa yang akan digunakan serta bahan mentah apa yang akan digunakan. Ada beberapa cara seperti tekologi padat karya dan teknologi padat modal. Akan tetapi jika menggunakan teknologi padat karya banyak menggunakan tenaga manusia, tetapi jumlah produksinya terbatas. Dan jika yang digunakan teknologi padat modal maka yang menjadi masalah adalah dari mana akan diperoleh modalnya.

Agar berhasil guna dan mendaya guna maka kita harus bias mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang ada, namun itu menjadi masalah kedua yang harus ditangani. Hal yang berkaitan dengann masalah metode produksi adalah bagaimana melakukan proses produksi tersebut dengan seefisien mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

  1. 3. Untuk siapa diproduksi?

Setelah cara memproduksi ditentukan maka muncul masalah mabu yaitu untuk siapa barang tersebut diproduksi dan siapa yang menikmati hasilnya. Atau dengan kata lain bagaimana cara pendistribusiannya. System ekonomi berpendapat bahwa sedikit atau banyaknya distribusi tergantung pada persaingan. Sehingga pendistribusian tergantung pada mekanisme pasar.

SISTEM EKONOMI

Sistem adalah perpaduan dari beberapa subsistem yang membentuk system itu sendiri. Jadi, sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

Bentuk-bentuk sistem ekonomi :

  1. 1. Sistem ekonomi kapitalisme

Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakuka usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, mka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama.

Contoh Negara yang menganut kapitalisme adalah inggris, jerman ,dan amerika serikat.

Ciri-ciri dari sistem kapitalisme :

  • Pemilikan sumber-sumber dan alat-alat oleh swasta
  • Setiap orang/kelompok orang bebas bersaing dalam mendirikan perusahaan dengan cara apapun
  • Berproduksi untuk dijual kepasar dengan persaingan
  • Bertujuan mencari laba yang maksimum.
  1. 2. Sistem ekonomi sosialis

Sosialisme adalah suatu ideology tentang penghapusan kepemilikan hak pribadi, prinsip ekonomi yang menekankan agar ststus kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas penting dan menjadi kebutuhan masyarakat banyak (seperti air, listrik, bahan pangan, dan sebagainya).

Contoh Negara yang menganut sosialisme adalah rusia, china, Yugoslavia dan sebagainya).

Cirri-ciri dari sistem sosialis

  • Pemilikan sumber-sumber dan alat-alat oleh Negara
  • Pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah pokok ekonomi oleh Negara
  • Perencanaan dilakukan oleh pusat
  • Produksi distribusi, konsums, dan alokasi sumber-sumber produksi dan barang ditetapkan oleh Negara melalui perencanaan berjangka.
  1. 3. Sistem ekonomi komunis

Komunisme adalah salah satu ideology di dunia. Komunisme pada awal kelahirannya adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejateraan ekonomi.

PENENTUAN HARGA

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Pengertian permintaan

Permintaan adalah keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu. Ada tiga hal yang berkaitan dengan konsep permintaan tersebut. Pertama, kuantitas yang diminta merupakan kuantitas yang diinginkan.  Hal ini menunjukan berapa banyak yang ingin di beli konsumen berdasarkan harga barang tersebut, harga barang lain , pendapatan, dan selera. Kedua, keinginan konsumen tersebut disertai oleh kemampuan serta kesediaan untuk membeli. Ketiga, kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu.

Hukum permintaan

Hukum permintaan berbunyi : “apanila harga naik maka jumlah permintaan barang yang diminta akan mengalami penurunan, dah apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”. Dalam hokum permintaan jumlah barang yang akan diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga. Kenaikan barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan :

  • Naiknya harga menyebabkan trunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan.
  • Naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan

Besar kecilnya suatu permintaan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, anatara lain sebagai berikut :

  1. a. Intensitas kebutuhan

Bila kebutuhan itu dianggap penting/ mendesak maka konsumen akan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Berarti permintaan terhadap barang atau jasa tersebut tinggi. Sebaliknya, jika kebutuhan dianggap kurang penting maka pemenuhan  kebutuhan bisa ditunda, yang berarti permintaan rendah.

  1. b. Harga barang

Bila harga barang naik maka jumlah permintaan cenderung akan berkurang dan sebaliknya bila harga turun maka permintaan akan cenderung bertambah.

  1. c. Pendapatan masyarakat (daya beli)

Bila pendapatan masyarakat meningkat maka daya belinya juga akan meningkat sehingga jumlah permintaan juga cenderung meningkat. Begitu juga sebaliknya.

  1. d. Selera masyarakat

Perubahan selera masyarakat juga mempengaruhi besar-kecilnya jumlah permintaan.

  1. e. Jumlah penduduk

Bila jumlah penduduk banyak maka jumlah kebutuhan juga bertambah, sehingga jumlah permintaan akan bertambah. Begitu juga sebaliknya.

  1. f. Adanya barang pengganti dan pelengkap

Apabila ada barang atau jasa yang lebih baik , murah dan berkualitas, orang akan berpindah mengkonsumsi barang dan jasa pengganti itu, dengan demikian barang tersebut akan menggeser barang-barag yag lama.

  1. g. Perkiraan harga di masa mendatang

Jika diperkirakan tingkat harga dimasa yang akan datang naik maka konsumen cenderung meningkatkan permintaan atau melakukan penimbunan barang konsumsi.

Macam macam permintaan

Dilihat dari kemampuan daya beli konsumen maka permintaan dapat dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu permintaan efektif, potensial, dan absolute.

  1. 1. Permintaan efektif

Yaitu permintaan yang didukung oleh daya beli dan telah terjadi transaksi.

  1. 2. Permintaan potensial

Yaitu permintaan yang didukung oleh daya beli, namun belum terjadi transaksi.

  1. 3. Permintaan absolute

Yaitu permintaan yang tidak didukung oleh daya beli.

Dilihat dari pelakunya , permintaan dibagi menjadi dua, yaitu permintaan individu dan permintaan kolektif.

  1. 1. Permintaan individu

Yaitu permintaan terhadap barang dan jasa yang berasal dari perseorangan.

  1. 2. Permintaan kolektif

Yaitu permintaan terhadap barang dan jasa yang terjadi di pasar. Ini merupakan gabungan dari permintaan individu-individu.

Penawaran

Pengertian penawaran

Secara sederhana, dalam perekonomian ada dua pihak yang saling berhubungan, yaitu pihak yang menghasilkan dan pihak yang memekai. Dalam istilah ekonomi biasa disebut rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi. Hamper semua barang yang kita gunakan adalah produksi orang lain atau pihak lain. Yang menjadi persoalan dalam penawaran yaitu kuantitas barang yang ditawarkan berkaitan dengan variable harga. Dengan kata lain, penawaran adalah kuantitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Pengertian ini berlaku dengan mengangap hal-hal lain selain harga tetap konstan.

Hukum penawaran

Hukum penawaran menyatakan bahwa : “jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga. Artinya jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan turun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran

Selain jumlah harga dan waktu, besar kecilnya jumlah penawaran juga dipengaruhi juga oleh beberapa hal, diantaranya :

  1. 1. Kemajuan teknologi

Kemajuan teknologi dapat mengubah kombinasi input serta jenis input yang diperlukan dalam proses produksi. Peningkatan teknologi selalu mengandung arti bahwa jumlah input yang dibutuhkan lebih sedikit. Jika biaya produksi lebih rendah, produsen tergolong untuk meningkatkan outputpun meningkat.

  1. 2. Biaya produksi

Untuk menghasilkan suatu barang diperlukan biaya. Tinggi rendahnya biaya produksi yang dikeluarkan akan menentukan pula harga suatu barang. Bila biaya produksi sudah tinggi maka penawaran cukup tinggi dan begitu pula sebaliknya.

  1. 3. Harga pasar

Dalam menentukan harga penawaran, produsen harus hati-hati, karena bisa membuat produsen mengalami kerugian apaabila terlalu tinggi.

  1. 4. Faktor keuntungan yang diharapkan

Dengan berorientasi terhadap keuntungan, dapat menyebabkan produsen berlomba untuk meningkatkan produksinya, serta memperluas dan mengembangkan usahanya guna mencapai target.

  1. 5. Factor persaingan dan monopoli

Banyak oleh para pengusaha agar barang yang diproduksi pasti menang , produk tersebut laku dipasaran.

  1. 6. Sumber daya ekonomi

Semakin banya jumlah hasil produksi, sehingga jumlah penawarannya meningkat dan begitu pula sebaliknya.

  1. 7. Munculnya perusahaan perusahaan

Banyaknya berdiri perusahaan baru yang menghasilkan barang barang sejenis. Sehinga jumlah penawaran bisa meningkat sangat tinggi.

  1. 8. Faktor faktor ekonomi

Bencana alam, kebijakan pemerintah, anjuran atau larangan import barang, merupakan contoh factor non ekonomi yang semuanya akan berpengaruh terhadap penawaran.

PENENTUAN  HARGA

Produsen selalu mengharapkan harga yang setingi tingginya dan konsumen  mengharapkan harga yang serendah rendahnya. Produsen dan konsumen melakukan tawar menawar. Proses tawar menawar ini akan memunculkan harga kesepakatan atau apa yang disebut sebagai harga pasar.      Harga adalah nilai tukar suatu barang atau jasa yang dinyatakan dengan mata uang.

MACAM MACAM HARGA

  1. 1. Harga subjectif (harga taksiran)

Harga subjektif adalah harga taksiran atau perkiraan terhadap yang akan diperjualkan.

  1. 2. Harga objective (harga pasar)

Harga objectifa adalah harga yang disetujui atau disepakati oleh penjual dan pembeli berdasarkan hasil tawar menawar suatu barang.

  1. 3. Harga pokok

Harga pokok adalah jumlah atau nilai yang dikeluarkan untuk membuat suatu barang

  1. 4. Harga jual

Harga jual adalah harga pokok ditambah laba yang diinginkan

Adapun harga yang ditetapkan pemerintah ada 3 yaitu :

  • Harga minimum
  • Harga maksimum
  • Harga patokan setempat.

Elastisitas

Permintaan dan Penawaran

Elastisitas permintaan

*       Merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga atas perubahan permintaan

Koefisien Elastisitas

*              Prosentase perubahan permintaan yang diakibatkan oleh 1% perubahan dari faktor penentu (harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, dll)

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

Ed =

Persentase perubahan harga

Ed =

Jenis Elastisitas Permintaan

  • Tidak Elastis Sempurna
  • Elastis Sempurna
  • Elastisitas Uniter
  • Tidak Elastis
  • Elastis

Faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan

  • Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk menggantikan barang yang bersangkutan
  • Persentase pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut
  • Jangka waktu permintaan tersebut dianalisis

Fungsi garis lurus

  • Fs. Permintaan :   Q = a – bP
  • Fs. Penawaran  :   Q = a + bP

Mencari Fungsi Permintaan Penawarannya

Elastisitas permintaan Silang:

  • perubahan permintaan suatu barang apabila terjadi perubahan harga barang lain.

Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta

Ec =

Persentase perubahan harga barang Y

Elastisitas Pendapatan

  • perubahan permintaan suatu barang apabila terjadi perubahan pendapatan pembeli

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta

Ei =

Persentase perubahan pendapatan

Ei = D Q . S I

D I S Q

Kurva Engel:

  • Kurva  yang menunjukkan hubungan antara pendapatan konsumen dengan jumlah barang yang diminta.

Persamaan Fungsi Permintaan:

I   =  m   +   nQ

n D I / D Q

D Q / D I  = 1/n

Jadi   Ei = 1/n . S I / S Q

Elastisitas Penawaran

  • Merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga atas perubahan penawaran.

Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan

Es =

Persentase perubahan harga

Es =

Faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran

  • Sifat perubahan biaya produksi
  • Jangka waktu analisis

PERILAKU KONSUMEN

Pendahuluan

Kita memiliki banyak pilihan dalam hidup. Kita memang harus melakukan pilihan karena kebutuhan kita tak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia sangat banyak. Konsep pilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Kosep dasar perilaku konsumen ini menyatakan bahwa konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas yang maksimal dari pemakaian benda yang dikonsumsinya.

Kosep utilitas adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Dengan kata lain, utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa. Utilitas adalah kata lain dari kepuasan.

Masing masing konsumen mempunyai karakteristik yang berbeda- beda dan merupakan pribadi yang unik. Namun dari beberapa perbedaan tesebut ada satu persamaan , yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya dalam mengkonsumsi suatu barang.

Pendekatan perilaku konsumen

  1. 1. Pendekatan cardinal

Pendekatan cardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendekatan cardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi barang dapat diukur dengan satuan tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi, semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen. Konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasannya pada pendapat yang dimilikinya.

Nilai guna total adalah kepuasan total yang dimiliki oleh konsumen dalam mengkonsumsi  sejumlah barang atau jasa tertentu dalam keseluruhan. Sedangkan nilai guna marjinal atau kepuasan marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang ditempatinya.

Untuk memaksimumkan kepuasan seorang konsumen akan mengkonsumsi atau meminta barang sedemikian rupa sehingga kepuasan marginal dari barang X yang dikonsumsi dibagi dengan harga barang X itu sama dengan kepuasan marginal barang Y yang dikonsumsi dibagi dengan harga barang Y tersebut, dan seterusnya.

MUA/PA = MUB/PB = MUC/PC =     …………………. MUZ/PZ

Dengan :

MU               =    kepuasan marginal

P                   =    harga barang

a, b, c… z       =    macam barang konsumsi

  1. 2. Pendekatan ordinal

Pendekatan ordinal digunakan karena pada pendekatan cardinal memiliki beberapa kelemahan, antara lain karena pendekatan kerdinal yang bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marjinal. Sebagian ekonom saat ini menolak pendekatan cardinal yang hanya membahas konsumsi barang barang sederhana. Mereka lebih memperkenalkan pendekatan ordinal yang lebih memberi penekanan pada preferensi, yaitu “barang A lebih saya sukai dari pada barang B”. pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan urutan kombinasi barang yang dikonsumsi.

Mengukur kepuasan konsumen melalui pendekatan ordinal dapat menggunakan kurva indiferensi di dasarkan pada empat asumsi, yaitu :

  1. Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi.
  2. Konsumen mempunyai pendapatan tertentu.
  3. Konsumen berusaha mendapat kepuasan maksimum dari barang barang yang dikonsumsi.
  4. Kurva indiferensi yang semakin jauh dari titik nol menggambarkan kepuasan yang semakin tinggi.
Brg Y

·  Kepuasan di titik A = B = C

·  Kepuasan di titik D = E = F

·  Kepuasan di titik E > B

·  Kurva I3 > I2 > I1

O Brg X

Ciri Kurva Tak Acuh / Indifference Curve

  • Berslope negatif (turun dari kiri atas ke kanan bawah)
  • Tidak saling berpotongan
  • Cembung terhadap titik origin

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli

Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan  pada saat mereka membutuhkan. Keputusan membeli pada dasarnya berkaitan dengan “mengapa” dan “bagaimana” tingkah laku konsumen

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli:

a.       Kebudayaan

Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.

b.      Kelas sosial

Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal

c.       Kelompok referensi kecil

Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll

d.      Keluarga

lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:

  • Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
  • Siapa yang melakukan pembelian.
  • Siapa pemakai produknya.

e.       Pengalaman

Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya

f.       Kepribadian

Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku

g.      Sikap dan kepercayaan

Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya

h.      Konsep diri

Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

Macam-Macam Situasi Pembelian

Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen  dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat  tiga macam situasi:

1. Perilaku Responsi Rutin

Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.

2. Penyelesaian Masalah Terbatas

Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli

3. Penyelesaian Masalah Ekstensif

Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya

Struktur Keputusan Membeli

Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang mencakup beberapa  komponen:

1. Keputusan tentang jenis produk

Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.

2. Keputusan tentang bentuk produk

Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.

3. Keputusan tentang merk

Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.

4. Keputusan tentang penjualnya

Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.

5. Keputusan tentang jumlah produk

Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.

6. Keputusan tentang waktu pembelian

Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.

7. Keputusan tentang cara pembayaran

Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.

Tahap-tahap dalam Proses Pembelian

1. Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan

Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanyakeinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi atau terpuaskan

2. Menilai Sumber-sumber

Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.

3. Menetapkan Tujuan Pembelian

Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya

4. Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian

Tahap ketika konsumen mulai  mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian

5. Keputusan Membeli

Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya

6. Perilaku Sesudah Pembelian

Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk tertentu.

ELASTISITAS

Elastisitas adalah perbandingan perubahan proposional dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

Secara umum elastisitas di bedakan menjadi dua macam yaitu ?

  1. 1. Elastisitas titik

Yaitu mengukur elastisitas pada satu titik tertentu atau pada pergerakan dari beberapa titik.

  1. 2. Elastisitas busur

Yaitu mengukur elastisitas pada beberapa titik secara bersamaan.

Ada tiga jenis elastisitas, yaitu :

  1. Elastisitas permintaan harga
  2. Elastisitas permintaan silang
  3. Elastisitas permintaan pendapatan

Faktor- faktor yang mempengaruhi Elastisitas :

  1. Seberapa besar barang-barang lain dapat menggantikan barang yangbersangkutan.
  2. Seberapa besar dari pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang  yang  bersangkutan.
  3. waktu analisis
  4. Banyak tidaknya macam penggunaan barang yang bersangkutan.

Soal 1. Ruang lingkup ekonomi

  1. Ekonomi berasal dari bahasa yunani yaitu “Oikos” yang berarti keluarga, rumah tangga dan dan “Nomos” yang berarti …
    1. a. Peraturan
    2. Permintaan
    3. Penawaran
    4. Penentuan
    5. Pekerjaan
    6. Berikut ini merupakan contoh kebutuhan primer, kecuali…
      1. Sandang
      2. Pangan
      3. c. Mobil
      4. Rumah
      5. Pendidikan
      6. Yang bukan merupakan kelompok pembagian kebutuhan yaitu …
        1. a. Menurut kesulitannya
        2. Menurut sifatnya
        3. Menurut tingkat kepentingannya
        4. Menurut waktunya
        5. Menurut subyek yang membutuhkan
        6. Pendidikan termasuk kebutuhan primer. Penggolongan ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut, kecuali…
          1. Pendidikan diperlukan untuk memenuhi tuntutan pembangunan
          2. Pendidikan diperlukan untuk mengurangi penduduk miskin
          3. Pendidikan merupakan bekal untuk meningkatkan taraf hidup
          4. d. Pendidikan di bidang pendidikan telah merata di Indonesia
          5. Pendidikan diperlukan untuk masa depan
          6. Berikut ini merupakan faktor penyebab banyaknya kebutuhan manusia, kecuali…
            1. Banyaknya jumlah penduduk
            2. Penghasilan yang meningkat
            3. Kemajuan teknologi
            4. Pendidikan
            5. e. Perkembangan zaman
            6. Masalah metode produksi yang digunakan dalam produksi merupakan masalah ekonomi  ….
              1. Dimana barang diproduksi ?
              2. Barang apa yang diproduksi ?
              3. Cara memproduksi ?
              4. Untuk siapa diproduksi?
              5. e. Berapa banyak barang yang diproduksi ?
              6. Proses segmentasi (pemilihan pasar mana yang dituju) merupakan cara untuk menjawab masalah ekonomi …
                1. a. Dimana barang diproduksi ?
                2. Barang apa yang diproduksi ?
                3. Cara memproduksi ?
                4. Untuk siapa diproduksi?
                5. Berapa banyak yang diproduksi ?
                6. Produksi cukup untuk diri sendiri dan keluarga, kehidupan masih terikat kepada tradisi, cenderung mempertahankan apa yang sudah ada, merupakan ciri-ciri …
                  1. System ekonomi kapitalis
                  2. System ekonomi komando
                  3. System ekonomi kerakyatan
                  4. d. System ekonomi tradisional
                  5. System ekonomi campuran
                  6. Berikut ini yang bukan merupakan ciri- ciri dari system ekonomi kapitalis adalah …
                    1. Pemilikan sumber-sumber dan alat-alat oleh swasta
                    2. Setiap orang /kelompok orang bebas bersaing dalam mendirikan peruasahaan dengan cara papun
                    3. Berproduksi untuk dijual kepasar dengan persaingan
                    4. Bertujuan mencari laba yang maksimum
                    5. e. Produksi distribusi, konsumsi, dan alokasi sumber-sumber produksi dan barang ditetapkan oleh Negara melalui perencanaan berjangka
                    6. Perhatikan pernyataan dibawah ini :
                      1. Pemerintah campur tangan dalam semua urusan perekonomian
                      2. Adanya persaingan antar pelaku ekonomi
                      3. Swasta memiliki hak memiliki factor produksi
                      4. Keputusan ekonomi sesuai keadaan pasar
                      5. Pembagian kerja ditentukan pemerintah
                      6. Pemerintah mampu mengendalikan inflasi

Yang merupakan cirri-ciri system ekonomi pasar adalah …

  1. A, B dan C
  2. A, B dan D
  3. A, C, dan E
  4. d. B, C, dan D
  5. D, E, dan F

Soal 2. Penentuan harga permintaan dan penawaran

  1. Permintaan adalah …
    1. a. keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu pada suatu pasar
    2. jumlah barang dan jasa yang dikonsumsi dengan pendapatan tertentu pada waktu tertentu
    3. jumlah barang dan jasa yang ditawarkan pada suatu pasar pada waktu tertentu dengan berbagai tingkat harga
    4. jumlah barang dan jasa yang ingin digunakan oleh suau sentra industry pada waktu tertentu dengan berbagai tingkat harga
    5. keinginan untuk memperoleh sejumlah barang pada suatu pasar pada batas harga yang telah ditentukan
    6. Penawaran adalah …
      1. a. Kuantitas barang yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada berbagai tingkat harga pada waktu tertentu
      2. Kuantitas barang yang telah siap diproduksi dan diharapkan dapat dijual pada waktu tertentu
      3. Kuantitas dari sejumlah barang yang telah dipasarkan pada harga tertentu
      4. Barang yang tersedia untuk sijual dengan harga telah ditentukan dalam penjualan
      5. Barang dan jasa yang dipesan dan ingin dibeli konsumen dengan harga yang telah ditawarkan  produsen
      6. Yang bukan merupakan factor yang mempengaruhi permintaan adalah …
        1. Intensitas kebutuhan
        2. Harga barang
        3. Selera masyarakat
        4. d. Perkembangan zaman
        5. Jumlah penduduk
        6. Yang bukan merupakan factor yang mempengaruhi penawaran adalah …
          1. Kemajuan teknologi
          2. b. Selera masyarakat
          3. Harga pasar
          4. Factor keuntungan
          5. Factor persaingan dan monopoli
          6. Yang bukan merupakan jenis jenis elastisitas adalah …
            1. Elastisitas sempurna
            2. b. Terlalu  elastis
            3. Elastisitas uniter
            4. Tidak elastis
            5. Tidak elastic sempurna
            6. Factor yang mempengarui elastisitas permintaan adalah …
              1. a. Tingkat kemampuan barang-barang yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut
              2. Jumlah dana yang dimiliki
              3. Jenis barangnya
              4. Selera masyarakat
              5. Kemajuan IPTEK
              6. Berikut ini yang merupakan factor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang :
                1. Tingkat rendahnya tingkat bunga
                2. Tingkat pendapatan masyarakat
                3. Tingkat inflasi
                4. Tingkat penganguran
                5. Tingkat peredaran uang

Tingkat factor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran uang adalah …

  1. A, B dan C
  2. A, B dan D
  3. B, C dan D
  4. B, C dan E
  5. C, D dan E
  6. Kurva permintaan turun dari kiri atas ke kanan bawah karena …
    1. Kemiringan dari garis permintaan positif sesuai hokum permintaan
      1. b. Jumlah barang yang diminta bertambah pada saat seseorang menerima penambahan pendapatan
      2. Jika harga turun, amaka jumlah barnag yan diminta bertambah, pada saat harga naik, jumlah barang yang diminta berkurang
  7. Pada sat harga tetap, jumlah barang yang diminta berfluktuasi di sekitar garis permintaan
    1. Pada saat harga berubah ubah, jumlah barang yang diminta disesuaikan dengan batas pendapatan
    2. Kurva permintaan adalah kurva yang menunjukan …
      1. Jumlah penawaran yang terbeli pada suatu waktu tertentu di pasar
      2. b. Hubungan harga dengan kuantitas barang yang terjual dalam berbagai tingkat pada suatu pasar
      3. Hubungan harga dengan kualitas barang yang terjual dalam berbagai tingkat pada suatu pasar.
      4. Hubungan jumlah barang yang diproduksi dengan yang laku dijual pada berbagai tingkat harga
      5. Hubungan jumlah barang yang diminta dengan tingkat pendapatan seseorang
      6. Jika kurva permintaan bergeser ke kanan, sedangkan kurva penawaran tetap itu berarti …
        1. Harga keseimbangan tetap, jumlah eseibangan bertambah
        2. Harga keseimbangan berubah, jumlah keseimbangan tetap
        3. Harga dan jumlah berada pada keseimbangan tetap
        4. Harga keseimbangan bertambah, sedangkan jumlah keseimbangan bertambah
        5. Harga keseimbangan meningkat, jumlah keseimbangan tetap.

Soal 3. Perilaku konsumen

  1. Tujuan mempelajari perilaku konsumen adalah …
    1. Agar produsen mengetahui preferensi konsumen dalam mengatasi kelangkaan
    2. Agar produsen memberi jalan keluar kepada konsumen untuk mengatasi kelangkaan
      1. Agar produsen dapat memberi hadiah pada konsumen yang paling banyak melakukan pembelian
      2. Agar produsen mengetahui apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya
      3. Agar produsen mengetahui bagaimana mengalirkan sumber daya factor factor produksi pada pemerintah
      4. Nilai guna marjinal adalah …
        1. Batas barang yang digunakan sampai dapat kejenuhan dalam pemuasan konsumsi
        2. Jumlah seluru kegunaan dari pemakaian suatu barang dalam tindakan konsumsi
          1. Tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang di konsumsikan
  2. Kepuasan yang dijumlahkan atas penggunaan beberapa barang
  3. Tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit factor produksi variable
  4. Jika pemuas kebutuhan atau suatu barang dilakukan secara terus menerus maka rasa nikmatnya mula-mula tinggi namun makin lama kenikmatan tersebut makin turun sampai akhirnya mencapai batas jenuh. Hokum ini dikemukakan oleh…
    1. Gossen
    2. Marshall
    3. Adam smith
    4. David Ricardo
    5. John lock
    6. Kurva indiferensi adalah kurva …
      1. Yang memuat nilai nilai utilitas secara kuantitatif
      2. Yang menunjukan hubungan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberi kepuasan yang sama
      3. Yang menggambarkan urutan tingkat kepuasan pengguna yang dilakukan secara teru menerus
      4. Yang memberikan kepuasan total dan tingkat kepuasan marjinal
      5. Yang memperlihatkan perbedaan kepuasan total dan kepuasan marjinal
      6. Kurva indiferensi pertama kali dikemukakan oleh …
        1. Francis Edgeworth
        2. J.M Reynes
        3. J.R Hicks
        4. Roy Allen
        5. David Ricardo
        6. Produksi adalah kegiatan …
          1. Menghasilkan barnag dan jasa berbentuk fisik yang mensejahterakan masyarakat
          2. Menambah faedah suatu barang agar sesuai dengan bentuk yang diinginkan
          3. Memasukan input dalam proses produksi agar lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan
          4. Merekayasa suatu barang agar sesuai dengan bentuk yang diinginkan
          5. Menghasilkan barang barang modal
          6. Tenaga kerja yang membutuhkan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian dibidangnya disebut …
            1. Tenaga kerja berprestasi
            2. Tenaga kerja terlatih
            3. Tenaga kerja terampil
            4. Tenaga kerja terdidik
            5. Tenaga kerja cekatan
            6. Pada periode produksi jangka pendek …
              1. Semua factor bersifat variable
              2. Semua factor variable bersifat tetap
              3. Minimal ada satu factor produksi tetap, dan yang ain adalah factor produksi variable
              4. Factor produksi modal tidak perlu
              5. Perluasan produksi tidak mungkin dilaksanakan
              6. Pada periode produksi jangka panjang …
                1. Semua factor produksi bersifat tetap
                2. Perluasan produksi dengan cara intensifikasi sulit dilakukan
                3. Peranan factor produksi kewirausahaan sangat dominan
                4. Semua factor produksi bersifat variable
                5. Hukum the law diminishing return tidak berlaku
                6. Circular flow diagram menggambarkan …
                  1. Interaksi antar pelaku ekonomi
                  2. Proses produksi diawai dengan masukan input untuk mendapatkan output
                  3. Kegiatan konsumsi masyarakat
                  4. Perekonomian luar negeri tentang ekspor impor
                  5. Arus ekspor impor kaitannya dengan pendapatan nasional
Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: